Balancing Reproductive Rights and Fetal Protection: Criminal Accountability of Doctors in Rape-Induced Abortions

Authors

  • Reiza Muhammad Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Citra Lolita Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Ahmad Ma’mun Fikri Universitas Islam Nusantara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54518/rh.5.6.2025.862

Keywords:

Abortion, Criminal Code, Health Law, Legal Exceptions, Medical Professionals, Rape Victims

Abstract

Unwanted pregnancies, particularly those resulting from rape, create complex legal and ethical conflicts in Indonesia, balancing a woman’s reproductive autonomy and psychological health against fetal protection. This study analyzes criminal accountability and sentencing of doctors in rape-related abortion cases under Indonesian law. Using a normative juridical method, it examines secondary legal sources, including the Criminal Code, Law Number 17 of 2023 on Health Law, Government Regulation Number 2 of 2025 on Reproductive Health, and judicial precedents. Findings show that a doctor’s liability depends on strict compliance with legal exceptions, including proof of rape, adherence to the fourteen-week gestational limit, and procedural standards such as competent medical teams and authorized facilities. Judicial evaluation emphasizes the presence or absence of justification or excuse, which can mitigate or aggravate penalties. The implementation of Criminal Code Number 1 of 2023 and Government Regulation Number 2 of 2025 provides clearer legal protection for medical professionals, resolving longstanding ethical and legal dilemmas. The legal framework now balances the rights of rape victims with the accountability of medical practitioners, ensuring proportional sanctions, safeguarding human rights, and enhancing legal certainty in reproductive health cases.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisaputra, C. Z., Kolib, A., Nugrohowati, N., & Albab, U. (2024). survei tingkat pengetahuan dokter tentang kode etik kedokteran indonesia (KODEKI) dan sikap terhadap upaya pencegahan tindakan aborsi ilegal. Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 8(1), 23-26.

Amrani, H., & Ali, M. (2015). Sistem pertanggungjawaban pidana perkembangan dan penerapan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Arsalna, H. A., & Susila, M. E. (2021). Pertanggungjawaban pidana bagi remaja yang melakukan aborsi karena kehamilan di luar nikah. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), 2(1), 1-11

Budoyo, S., Widodo, W., & Lailatusa’adah, N. (2023). Penjatuhan pidana bagi pelaku tindak pidana aborsi (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 187/Pid. B/2018/Pn Palu). Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 5(2), 325-338.

Chazawi, A (2011). Pelajaran Hukum Pidana Bagian I. Depok: Rajawali Pers.

Ekotama, S. (2001). Abortus provokatus bagi korban perkosaan: perspektif viktimologi kriminologi dan hukum pidana. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Government Regulation Number 2 of 2025 concerning Reproductive Health.

Government Regulation Number 28 of 2024 concerning the Implementation of Law Number 17 of 2023 concerning Health.

Haryanto, G., Ambarwati, E., & Lany, A. (2025). Legal protection for medical personnel in BPJS affiliated hospitals based on Law Number 17 of 2023. Research Horizon, 5(4), 1513-1522.

Irwanto, E. L. (2024). Tinjauan yuridis terhadap perbuatan aborsi akibat pemerkosaan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Unes Journal of Swara Justisia, 7(4), 1294-1307.

Laturette, F. (2023). Tindak pidana melakukan aborsi oleh dokter secara melawan hukum (Studi Putusan Pengadilan Nomor 57/Pdt.G/2021/PN.Cbi). Jurnal Juristic, 04(2), 137–149.

Law Number 17 of 2023 concerning Health.

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2023 (Criminal Code of 2023).

Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence.

Law of the Republic of Indonesia Number 39 of 1999 concerning Human Rights.

Lestari, R. D. (2020). Perlindungan hukum perempuan pelaku aborsi dari korban perkosaan terhadap ancaman tindak pidana aborsi. Magistra Law Review, 1(1), 1–22.

Nabila, M. S. (2023). Analisis putusan pengadilan terhadap kasus aborsi akibat perkosaan ditinjau dari teori keadilan bermartabat. Magelang: Universitas Tidar (Bachelor Dissertation).

Nugraha, A., & Nagari, H. W. P. (2023). Keabsahan aborsi dari korban pemerkosaan dalam perspektif hukum positif, hukum Islam, dan HAM. Jurnal Hukum Saraswati, 5(2), 465-473.

Nurhafifah, N., & Rahmiati, R. (2015). Pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terkait hal yang memberatkan dan meringankan putusan. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 17(2), 341-362.

Nurhuda, R. (2023). Regulasi aborsi korban pemerkosaan dalam perspektif HAM dan gender. Pro Justicia: Jurnal Hukum dan Sosial, 3(2), 87-113.

Raffi, M., & Juarsa, E. (2023). Tindak pidana aborsi ditinjau dari perspektif HAM dan hukum positif Indonesia. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 3(1), 43–48.

Rahayu, W. F. (2025). Sanksi tindak pidana aborsi di luar nikah berdasarkan Pasal 346 KUHP dan hukum pidana islam. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 10(1), 212-228.

Regulation of the Minister of Health Number 2 of 2025 concerning the Implementation of Reproductive Health Efforts.

Regulation of the Minister of Health Number 3 of 2016 concerning Training and Implementation of Abortion Services on Indications of Medical Emergencies and Pregnancy due to rape.

Sakir, N. S., Purwanda, S., Phireri, P., & Musran, A. (2024). Perbandingan pengaturan hukum mengenai tindakan aborsi menurut undang-undang kesehatan dan KUHP Nasional. UIR Law Review, 8(1), 1-13.

Sampebulu, H. P. (2019). Abortion: A review on Indonesia regulations. Rechtsidee, 6(1), 10-21.

Sanita, A. N., & Novianto, W. T. (2018). Analisis pemidanaan dalam tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh dokter (Studi Putusan Nomor: 536/Pid. Sus/2013/Pn. Srg). Recidive: Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 6(2), 330-347.

Santoso, W. (2025). Analisa yuridis terhadap tindakan abrosi korban pemerkosaan ditinjau dari perspektif hukum kesehatan dan hukum pidana. Jurnal Aktual Justice, 10(1), 56-68.

Sinambela, T. A., & Melatyugra, N. (2022). Ilegitimasi aborsi oleh korban perkosaan berdasarkan hak untuk hidup janin. Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA, 5(2), 111-128.

Soesilo, R. (2020). Kitab Undang-undang hukum pidana (KUHP). Bogor: Politeia.

Suriartini, N. W. P., Ninggrum, P. A. P., & Anggara, B. (2024). Tinjauan yuridis tindak pidana aborsi menurut hukum positif indonesia: tinjauan yuridis tindak pidana aborsi menurut hukum positif Indonesia. Sabda Justitia, 4(1), 25-36.

Sutono, A,. Budoyo, S., & Arofah, N. N. (2023). Kasus tindak pidana pembunuhan (aborsi): tinjauan yuridis dan filosofis. Jurnal Ilmiah CIVIS, 8(1), 33–56.

Tamon, O., Setiawan, E. W., & Sapsudin, A. (2025). Legal protection for doctors under Law Number 17 of 2023 Concerning Health. Research Horizon, 5(4), 1281-1292.

Wulandari, R. (2019). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku abortus provocatus criminalis (Tindak Pidana Aborsi). Jurnal Rechtens, 8(2), 199–208.

Yanti, E., & Susanti, H. (2024). Turut serta melakukan tindak pidana aborsi tidak sesuai dengan ketentuan pasal 75 Ayat (2) Undang-Undang Kesehatan No 36 Tahun 2009 (Studi Kajian Putusan: Nomor 482/Pid. Sus/2021/Pn Ckr). Desiderata Law Review, 1(1), 1-17.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Muhammad, R. ., Lolita, C. ., & Fikri, A. M. . (2025). Balancing Reproductive Rights and Fetal Protection: Criminal Accountability of Doctors in Rape-Induced Abortions. Research Horizon, 5(6), 3223–3232. https://doi.org/10.54518/rh.5.6.2025.862

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)