Nusantara Local Wisdom in the Implementation of the Merdeka Curriculum
DOI:
https://doi.org/10.54518/nes.3.2.2025.1352Keywords:
Contextual Learning, Cultural Identity, Local Wisdom, Merdeka Curriculum, Pancasila Student ProfileAbstract
This study aims to analyze the strategic position of Nusantara local wisdom in the implementation of the Merdeka Curriculum and examine its relevance to contextual learning and students' character development. This research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from scientific articles, books, and educational policy documents published over the last five years and analyzed through content analysis techniques. The findings indicate that local wisdom encompasses various universal values, including cooperation, tolerance, responsibility, and respect for diversity, which are aligned with the principles of the Merdeka Curriculum and the dimensions of the Pancasila Student Profile. The integration of local wisdom can be implemented through contextual learning, the development of culture-based teaching materials, and the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project. Although its implementation still faces several challenges, integrating local wisdom into the Merdeka Curriculum has significant potential to create meaningful learning experiences, strengthen students' character, and foster cultural identity and national awareness amid global transformations.
References
Ahdhianto, E., & Santi, N. N. (2020). The Effect of Metacognitive-Based Contextual Learning Model on Fifth-Grade Students' Problem-Solving and Mathematical Communication Skills. European Journal of Educational Research, 9(2), 753-764.
Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya bagi pengembanagan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95-101.
Alfi, A., Arifah, A. R., Nur'aini, D. M. R., Suwandi, S., & Suryanto, E. (2023). Pemanfaatan muatan kearifan lokal dalam buku siswa bahasa indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka terbitan Kemdikbud. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 13(3), 187-197.
Angga, A., Suryana, C., Nurwahidah, I., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Komparasi implementasi kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka di sekolah dasar Kabupaten Garut. Jurnal basicedu, 6(4), 5877-5889.
Annisha, D. (2024). Integrasi penggunaan kearifan lokal (local wisdom) dalam proses pembelajaran pada konsep kurikulum merdeka belajar. Jurnal Basicedu, 8(3), 2108-2115.
Arifin, B. S. (2022). Profil pelajar Pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa. Edumaspul: Jurnal Pendidikan.
Azizah, P. I., Dhewantoro, H. N. S., & Basyari, A. (2022). Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS SMP di Indonesia. LANGGONG: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 37-48.
Azizatul‘Uula, L., Surachmi, S., & Utaminingsih, S. (2022). Nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan multikultural di sdn tambakromo 01. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(18), 262-268.
Faiz, A., & Purwati, P. (2021). Koherensi program pertukaran pelajar kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan general education. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 649-655.
Illahi, R. K., Yunita, R., Khadijah, K., Dirsa, A., & Wahyuni, A. S. (2024). Optimalisasi mata pelajaran muatan lokal pada Kurikulum Merdeka (Studi pada mata pelajaran Keminangkabauan, Sumatera Barat). Edukatif. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 3480-3492.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022a). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022b). Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah penggerak. Jurnal basicedu, 6(4), 6313-6319.
Siregar, J. S. (2020). Pendidikan Berbasis Budaya Jawa Dalam Masyarakat Yogyakarta. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 4(3), 1-10.
Suryaningsih, A. R., & Noventari, W. (2021). Intensifikasi profil pelajar pancasila dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 230-249.
Ulandari, S., & Rapita, D. D. (2023). Implementasi proyek penguatan profil pelajar pancasila sebagai upaya menguatkan karakter peserta didik. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 8(2), 116-132.




